beberapa hari ini di otak gw selalu muncul kata2 ini
'lakukan apa yang menurutmu benar berdasarkan apa yang kau yakini, walaupun menurut orang ketiga itu tidak benar, biarlah Tuhan yang menilai perbuatan kamu'
gw kepikiran kata2 ini gara2 membaca tentang seseorang yang menyisihkan sebagian uangnya untuk para pengemis yang ada dijalanan.
padahal kita tahu tidak semua pengemis di jalanan atau orang yang meminta sumbangan untuk pembangunan masjid, yatim piatu, dan lain lain semacamnya itu benar-benar membutuhkan. bahkan gw pernah melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana anak2 jalanan yang siang hari mereka mengemis di jalanan, sedangkan pada sore harinya mereka bermain ding dong dan bahkan mereka makan nasi bungkus dengan lauk ayam! sungguh sebuah ironi bagi masyarakat. sejak saat itu gw tidak pernah memberikan sepeser pun uang kepada para pengemis di jalanan, lebih baik gw sumbangin ke masjid dan tempat2 yang sudah jelas2 membutuhkan bantuan.
bahkan negara ini pun telah membuat suatu undang2 di mana kita dilarang memberi sedekah kepada pengemis2 yang ada di jalanan. berbagai alasan di kemukakan untuk hal itu, tapi yang paling menunjukan dampak yang besar adalah bila kita turut memberikan sedekah kepada pengemis2 di jalan, maka kita secara tidak langsung telah menambah jumlah pengangguran yang ada di negeri ini. buat apa capek kerja, toh dengan nongkrong pinggir jalan bisa dapet duit.
pernah di bahas di salah satu stasiun tv swasta kita, bahwa pengemis2 di pinggir jalan tidak semuanya benar2 miskin. mereka sebagian di ikuti diam2 oleh reporter yang bertugas saat itu. ternyata sangat mengejutkan, mereka tinggal di rumah yg cukup mewah bagi seorang pengemis. bahkan mereka mempunyai sepeda motor.
yah itulah realita yang ada di kehidupan kita. tp tidak seluruh pengemis seperti itu. ada juga yang benar2 membutuhkan bantuan. sebenarnya mereka tidak mau melakukan hal itu, tapi karena terpaksa dan tidak ada jalan lain, maka mereka akhirnya mengemis.
kembali lagi dengan apa yang kita bicarakan di atas sekali. ketika gw mendapatkan kata2 di atas, gw slalu berfikir, apakah yang gw lakukan selama ini benar? selalu menganggap remeh pengemis2 yang ada di jalanan? selalu mencibir dalam hati 'ahh mereka cuma pura2'. padahal tidak smua dari mereka seperti itu. padahal tidak ada salahnya juga kita membantu mereka.
gw pernah membaca sebuah catatan milik andy noya, beliau terkadang membayar tol untuk mobil di belakangnya. siapa yang tidak suka dengan kejutan? sekecil apapun kejutan itu, bila baik akan membuat setiap orang bahagia. lalu kebahagian itu di bagi dengan kerabat2 dekatnya, dan membuat setiap orang yang dekat dengan dia menjadi bahagia juga. suatu harapan yang sangat luar biasa hanya dengan membayarkan pintu tol untuk mobil di belakang kita. suatu tindakan yang sangat simple tapi hasilnya sangat luar biasa.
akhirnya semuanya berujung kepada satu titik dimana itu tergantung kepada niat kita. bila kita ikhlas tidak ada masalah siapapun mereka, apakah mereka berpura2 atau tidak, biarlah Tuhan yang menghakimi mereka dan membalas niat dan pemberian kita.
siapapun kamu, besar kecil, tinggi pendek, hitam putih, kaya miskin, marilah kita saling berbagi satu kepada yang lain. tidak usah dipersoalkan bantuan yang kita berikan di gunakan untuk apa. Tuhan yang akan menilai semua itu, setidaknya kita telah memberikan kebahagian kepada orang lain, karena telah membantu mereka.




ahhh tumben kau baek ati mencak ini????
BalasHapushihihi
kemaren aku diceritoi dosen
D seduduk putih
tepat d dpn rumah kau dulu
ado puskesmas t4 dosen aku praktek
disano ado panti buat para tuna netra kan??
disitu ada satu ibu dengan 4 suami yang berfungsi melahirkan anak2 untuk dijadiin pengemis
itu dulu katanya
tahun 88-89
sebelum dosen aku laporin k walikota palembang
hmmm
masih dak e disitu???
Wallahualam
:D
wew.. ada pekerjaan kayak gitu, memreproduksi pengemis
BalasHapusitu salah satu faktor yg ngebuat pertanyaan emang bener dia mengemis karena terpaksa atau perkerjaan dia emang pengemis
klo menurut agama sendiri ngemis itu boleh gak y?
kato dosen aku dak boleh ngemis tuh
BalasHapustrus trus
klo yang kito kasih bakalan sia-sia
bakalan mubazir b
dan orang yang mubazir tempatnyo d neraka
tp semua bergantung sm niat kito+iklas apo idak sih
menurut aku
drpd mubazir lemak buat aq b duitny hahaa, gubrak glundung glundung
BalasHapus